Setiap saya main-main ke profile Friendster teman-teman saya yang berstatus In a relationship ada perasaan "I envy you" yang terbersit di dalam hati saya. Bukan jealous dengan status mereka *status mah bisa dibikin*, tapi jealous dengan isi comment dan testimonial box mereka. Pesan dari orang tersayang. Dan menulis pesan di profile orang tersayang.
Mungkin ini perasaan yang konyol, atau bodoh. Tapi memang rasanya nyebelin lho gak bisa nulis apa yang pengen kita tulis. Apalagi buat saya yang senang mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Coba bayangkan gimana rasanya saat kamu ingin dunia tahu kalau kamu sangat sangat sayang sama seseorang tapi kamu nggak bisa melakukannya? Kalau belum kebayang, silahkan dibayangkan dulu. Saya beri anda waktu untuk membayangkan.
...
Sudah jangan lama-lama membayangkannya.
Anyways.. Saat ini, entah karena saya lagi PMS atau apalah, perasaan itu tiba-tiba muncul lagi. Cuma pengen nulis "Hai darl.." aja nggak bisa. Argh. Ah udah ah.
Kasian deh, gue.
PS. Yes, blame the hormones.
Monday, November 19, 2007
Pacar Mantan
Semalam saya mendapat sebuah telpon yang buat saya cukup merupakan sebuah kejutan. telpon itu datang dari orang yang saya kira gak bakalan pernah nelpon saya. Bukan, bukan dari SBY yang nawarin saya jabatan Menteri Urusan Kebahagiaan dan Hura-hura *dreamjob* atau Rizky Hanggono yang ngajak saya jadi istri keduanya, tapi dari pacarnya mantan saya. Let's say semenjak mantan saya pacaran sama pacarnya ini, saya jadi agak-agak 'bermasalah' sama mantan saya. Bukan saya yang cari-cari masalah sama mereka, tapi saya 'diseret' masuk dalam masalah mereka. Detailnya, gak perlu saya ceritain. Karena masalahnya juga sebenernya udah aga-agak lama, dan panjang aja kalau harus diceritain dari awal (baca: males ceritanya, hehe).
Anyways, intinya semalam si pacarnya mantan ini minta maaf sama saya karena saya pernah diseret masuk ke dalam masalah mereka. Dan saya memaafkan dia (mereka). Ya well, what can I do selain memaafkan mereka? Meskipun menurut ajaran Taoisme (Tao Ming Tse-isme, red.) kalau maaf berlaku buat apa ada polisi, tapi saling memaafkan adalah hal yang terpuji. Jadi ya udah.
Kami sempet ngobrol dikit. She said what she needed to say, and so did I.
Yah, saya sih lega. Satu masalah kelar. Alhamdulillah. Memang kalau orang sabar mah disayang Tuhan yah *terus langsung takabur, hihi.. becanda lho*..
Anyways, intinya semalam si pacarnya mantan ini minta maaf sama saya karena saya pernah diseret masuk ke dalam masalah mereka. Dan saya memaafkan dia (mereka). Ya well, what can I do selain memaafkan mereka? Meskipun menurut ajaran Taoisme (Tao Ming Tse-isme, red.) kalau maaf berlaku buat apa ada polisi, tapi saling memaafkan adalah hal yang terpuji. Jadi ya udah.
Kami sempet ngobrol dikit. She said what she needed to say, and so did I.
Yah, saya sih lega. Satu masalah kelar. Alhamdulillah. Memang kalau orang sabar mah disayang Tuhan yah *terus langsung takabur, hihi.. becanda lho*..
Tuesday, November 13, 2007
Blue
Diluar hujan. And all the sudden I feel so blue.
Maybe it's because the weather. Or just a PMS. Or maybe it's because you're not around.
.. or perhaps it's because the stupid thing I just did.
Maybe it's because the weather. Or just a PMS. Or maybe it's because you're not around.
.. or perhaps it's because the stupid thing I just did.
Subscribe to:
Posts (Atom)
