Wednesday, September 5, 2007

Beauty, Behaviour, and of course Brain

Saya baru aja buka profile seseorang di friendster. Bukan seseorang yang istimewa di hati, bukan pula seseorang yang pernah istimewa di hati. Tapi buka profilenya mengingatkan saya ke jaman-jaman kuliah dulu, dan gimana awalnya saya mulai menyadari bahwa saya bukan hanya butuh cowo yang punya beauty dan behaviour, tapi juga yang punya brain *macam miss universe*.

Namanya sebut aja AkNu. Senior saya jaman kuliah dulu. Dia angkatan 99. Saya gak kenal deket sama dia. Gak punya kesempatan buat kenal deket sama dia, lebih tepatnya. Karena saya dan dia eksis di dunia yang berbeda, literally. Saya bersama anak-anak yang hobi nyampah for fun or for the sake of the so-called 'eksistensi', dan dia bersama kelompok yang hobi nyampah karena mereka memang punya tujuan konkret dibalik itu: for the sake of their future *setidaknya itulah yang saya rasakan pada saat itu*.

Niweis, AkNu ini pinter. Semua orang tau dia pinter. Meskipun buat sebagian orang image AkNu adalah anak pinter yang kaku, pendiam, dan punya aura akademisi yang sangat kental *whatever it means -- grin*. Tapi somehow, saya seneng merhatiin si AkNu ini. Saya pernah punya satu kesempatan ngobrol banyak sama dia, pas jaman-jaman saya jadi panitia prakdip. Ternyata dia gak se-kaku itu. Menyenangkan malah, meskipun saya masih kagok ngobrol sama dia. Karena ternyata dia memang beneran pinter *ga pd mode: ON*. Waktu itu saya jadi tim materi yang nyiapain - well - materi yang dibutuhin buat prakdip angkatannya AkNu. And the way he sees things is simply stunning. Semenjak itu, semasa kuliah, saya jadi terobsesi pengen punya pacar yang kaya AkNu. Sekali lagi, bukan terobsesi punya pacar AkNu *karena itu tidak mungkin terjadi, not in a zillion way*, tapi punya pacar yang kaya AkNu. Pinter, cerdas.

Dan lama-lama saya menyadari sesuatu. Bahwa I always fancy smart guy. Temen saya bahkan sempet bilang: "Ti, loe kayanya turn-on sama cowo-cowo pinter ya?". Gyahahahahha. Bisa jadi.

No comments: