Wednesday, July 25, 2007

Rollercoaster of Feelings

Saya kenal laki-laki ini beberapa bulan lalu. Dikenalkan oleh seorang teman dekat. Tentu dikenalkan dalam rangka untuk dijodohkan. Sebagai catatan, saya selalu pesimis dengan urusan comblang-mencomblangi. Bukan apatis, tapi saya cuma berfikir bahwa urusan perasaan itu gak bisa diatur-atur. Apalagi buat saya yang seorang chemistry believer. Perjodohan itu hanya akan sukses kalau dari awal bertemu sudah ada chemistry.

Dan dalam perjodohan kali ini, seperti biasa, dari awal saya sudah berfikir "Okay, this is gonna be another lame matchmaking". Tapi laki-laki ini somehow berhasil mematahkan pemikiran saya itu. It's been fun.

For quite a while.

Setelah berjalan beberapa saat, dengan perhatian yang lumayan overwhelming dari si lelaki ini, tiba-tiba semuanya jadi datar lagi. Ga sms-an, ga telponan. Sekalinya telpon dia kedengeran kurang bersemangat. Kata teman saya, dia sibuk. Ya, dia memang lagi sangat-sangat-sangat sibuk. I am very aware of that. Tapi rasanya aneh aja. Ada yang lain. And somehow I feel this familiar feeling inside my heart. The feeling of having the hope sliping away.

Did I made the wrong move? Am I being too pushy? Did he met someone else? Or am I just being over analyse?

Jujur, saya cape. Saya cuma pengen merasa istimewa. Istimewa, dan bukan sekedar prospective. Waktu beberapa hari lalu teman baik saya bilang bahwa hal-hal seperti ini bikin self-esteem menurun, saya berusaha menyangkal. Tapi memang hal itu undeniable.

Saya sempat merasa cukup lega ketika beberapa hari lalu si lelaki menelpon saya, meskipun untuk satu urusan yang 'dia banget'. Dan ketika kemarin dia menyapa saya lewat Y!M, meskipun saya keburu sign-off. But that was then. Hari ini, saya nggak selega itu.

Dibalik kelihaian saya menyembunyikan emosi, saya cuma perempuan biasa. Dengan perasaan-perasaan yang biasa dirasakan perempuan biasa lainnya.

Saya ingin menulis semua yang saya rasakan saat ini. Tapi lalu semuanya ternyata terangkum cukup dalam satu kata saja: bingung.

2 comments:

Anonymous said...

HHHhhhHHhhhHHhhHHhhh......

I DO exactly knowwww how you feel, dearrr...

misteri illahi emang bener2 misterius.. well, life is full of surprises.. Paling capek sih emang, main2 dgn perasaan, apalagi kalo perasaan itu melibatkan orang lain.. duhh, sejujurnya gw kurang bisa berkomentar banyak ttg hal ini ti, gw juga sama2 lagi ngerasain hal yang sama ky lo.. gw juga bingung..

*aduh komen yang sangat tidak membantu yah, maafkannnn...*

cuman yg bisa gw bilang sih- well, might sounds cliche as usual- serahkan saja segala2nya kpd Allah, lillahi ta'ala aja ti.. berusaha untuk ikhlas, apapun ending dari skenario yang lagi diatur Allah ini.. somehow, kalo dia adalah yang terbaik, pasti ada jalannya.. dan kalo dia bukan yang terbaik, yakin aja lagi, laki2 yang ky gini aja bukan yg terbaik buat gw, gimana yg terbaiknya? pasti best of the best kan? Well, some things need to be natural, just let it flow aja sambil banyak2in berdoa.. *ih sok ceramah bgt ya gw, heheh*

gitu aja kali ya, maaf gak bisa banyak bantu, uhuhuhu.. gw lebih bego dari lo kalo soal ginian, libra kan lebih sensitif dan hobi galau, kekekeke..

Anonymous said...

astee...

tetap semangat ya bu...sometime
love works in mysterious way ..
pokonya percaya soon or later the one will come to u..yang beda waktunya ada yang cepet ada yang lama tp ujungnya sama ko..hehehe
caiyo ya bu..........pokonya pria tetep tekuk lutut d sudut kerling wanita!!!!hahahaha

with love,
-D-